Categories
Pendidikan

Langkah – Langkah Peramalan

Langkah – Langkah Peramalan

Langkah - Langkah Peramalan

Berdasarkan pendapat Sofjan Assauri (1999, p33) Estimasi yang baik adalah estimasi yang dibuat dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur persiapan yang baik. Pada dasarnya, ramalan ini memiliki tiga langkah:

1. Analisis Data Historis

Tahap ini berguna untuk cetakan masa lalu. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan tabel dari data sebelumnya. Langkah penting dalam memilih metode analisis deret waktu adalah mempertimbangkan jenis pola yang termasuk dalam data pengamatan sehingga metode tersebut dapat diuji. Ada empat jenis pola data:

Jika nilai-nilai data pengamatan berfluktuasi di sekitar nilai konstan rata-rata, dapat dikatakan bahwa pola horizontal atau tetap atau pola ini diperbaiki dalam alat penghitungan.
Model musiman atau musiman ketika deret waktu dipengaruhi oleh faktor musiman (seperti kuartal, bulanan, mingguan, harian). Misalnya, minuman segar, es krim, layanan transportasi, dll. Data deret waktu tentang kejadian yang berulang setiap tahun.
Pola siklus atau siklus, jika data pengamatan dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang terkait atau termasuk dalam siklus ekonomi.
Model tren jika ada peningkatan / kenaikan atau penurunan dalam data pengamatan jangka panjang. Model ini terlihat dalam penjualan produk banyak perusahaan.

 

2. Tentukan Metode yang digunakan

Metode estimasi yang baik adalah metode yang memberikan hasil estimasi yang tidak jauh berbeda dari kenyataan yang sebenarnya.

Ada dua pendekatan umum untuk estimasi;

  • Estimasi kuantitatif menggunakan berbagai model matematika yang menggunakan data historis dan / atau variabel penyebab untuk memprediksi permintaan.
  • Prediksi kualitatif atau prediksi subyektif menggunakan faktor-faktor penting seperti intuisi, pengalaman pribadi dan sistem nilai pengambilan keputusan.

Estimasi terbatas dengan pendekatan kuantitatif dalam pembahasan skripsi ini. Pada dasarnya, metode estimasi kuantitatif ini dapat dibagi sebagai berikut:

1. Metode estimasi, berdasarkan analisis pola hubungan variabel yang akan diestimasi dengan variabel lain yang mempengaruhinya, disebut metode korelasional atau kausal (“metode kausal”).

Ini terdiri dari: metode regresi dan metode input korelasi ekonometrik

2. Metode estimasi berdasarkan penggunaan hubungan analisis pola antara variabel waktu, yang merupakan deret waktu atau “deret waktu”, dan variabel yang akan diestimasi.

Metode estimasi yang menggunakan analisis pola hubungan antara variabel waktu atau analisis deret waktu dan variabel yang akan diperkirakan terdiri dari:

  • Metode penghalusan meliputi metode rata-rata total, metode rata-rata bergerak dan metode “pemulusan eksponensial”. Metode smoothing ini dirata-rata pada serangkaian data historis untuk mengurangi ketidakteraturan musiman dari data historis dan keduanya. Dengan metode ini, akurasi (presisi) estimasi membuat estimasi jangka pendek.
  • Metode Box Jenkins menggunakan deret waktu dasar dengan model matematika sehingga kesalahan bisa sekecil mungkin. Oleh karena itu, menggunakan metode ini memerlukan definisi model dan estimasi parameter. Metode ini sangat baik untuk akurasi prediksi jangka pendek.
  • Metode proyeksi tren regresi adalah dasar garis tren untuk persamaan matematika, sehingga dasar persamaan ini dapat diprediksi untuk studi di masa depan. Untuk perkiraan jangka pendek dan panjang.

3. Mencerminkan Data Historis

Mencerminkan data historis menggunakan metode yang digunakan dan mempertimbangkan adanya berbagai faktor perubahan.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan Umum

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama

Elemen-Elemen Internal Drama

Literatur dramatis memiliki elemen internal dan eksternal yang diperlukan untuk membangun sejarah. Elemen-elemen internal drama terdiri dari tema, gambar, karakter, dialog, karakter, dan lingkungan.

Karakter Drama

Drama, kreasi kreatif penulis, harus memiliki tema yang kuat untuk membuat cerita abadi. Tanpa konflik, drama akan terasa lurus. Konflik terjadi pada plot yang muncul karena ketegangan di antara orang-orang. Karakter drama dibagi sesuai dengan peran dan fungsinya dalam permainan. Tergantung pada peran mereka, karakter terdiri dari karakter utama, sub-angka dan angka tambahan. Dalam drama, peran karakter sangat penting, yaitu sebagai pahlawan, antagonis, dan tritagonis.

 

Fitur Utama Drama

Pidato adalah fitur utama dari drama, yang bisa berupa dialog, tetapi dalam bentuk monolog. Selain itu, ada karakter terkait erat (seperti apa dan apa jenis psikologi) dan lingkungan. Tata ruang drama sangat mempengaruhi karakter karakter.

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Konsep Strategi Pemasaran dan Perkembangannya

Konsep Strategi Pemasaran dan Perkembangannya

Konsep Strategi Pemasaran dan Perkembangannya

Kotler & Armstrong (2004) mendefinisikan strategi pemasaran sebagai logika pemasaran dengan mana unit bisnis berharap untuk mencapai sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran kompetitif adalah strategi memosisikan perusahaan secara kuat terhadap para pesaing & memungkinkan penciptaan keunggulan strategis perusahaan yg paling kuat.

 

5 jenis orientasi manajemen pemasaran, yaitu :

  • Konsep produksi (production concept) berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produk-produk yg tersedia luas & sangat terjangkau harganya.
  • Konsep produk (product concept) berpendapat bahwa para konsumen menyukai produk-produk yg menawarkan mutu, kinerja, serta fitur-fitur inovatif yg terbaik. Dengan kata lain, faktor utama yg menyokong keberhasilan pemasaran adalah kualitas produk.
  • Konsep penjualan (selling concept) berpendapat bahwa para konsumen tidak akan membeli produk-produk perusahaan dalam jumlah yg cukup jika tidak dilakukan upaya promosi dalam skala besar.
  • Konsep pemasaran (marketing concept) berpendapat bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung kepada pemahaman akan kebutuhan & keinginan pasar sasaran & seberapa mampu perusahaan memenuhinya dengan cara yg lebih efektif & efisien dibanding para pesaing.
  • Konsep pemasaran bernuasa sosial (societal marketing concept) berpendapat bahwa organisasi harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, & minat-minat pasar-pasar sasaran, serta menyampaikan kepuasan yg diinginkan oleh mereka secara lebih efektif & efisien daripada para pesaing dengan cara yg mempertahankan atau memperbaiki kesejahteraan konsumen & masyarakat.

Kotler & Armstrong (2004) juga mengemukakan orientasi yg lebih mutahir, yaitu manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management – CRM) yg didefinisikan sebagai proses menyeluruh dalam membangun & mempertahankan hubungan-hubungan yg menguntungkan dengan pelanggan dengan cara menyampaikan nilai & kepuasan pelanggan yg lebih tinggi dari yg disampaikan oleh para pesaing.

 

Rencana strategis berisikan keputusan-keputusan strategis yg berkaitan dengan :

Arah jangka panjang organisasi. Keputusan strategis tidak terkait dengan isu-isu manajemen yg dihadapi dari hari-hari.
Pendefenisian ruang lingkup kegiatan-kegiatan organisasi dalam mana yg termasuk & yg tidak termasuk.
Mengeklopkan (matching) kegiatan-kegiatan organisasi dengan lingkungan di mana ia berada, sehingga organisasi dapat mengoptimalkan kesempatan & meminimalkan ancaman.
Mengeklopkan (matching) kegiatan-kegiatan organisasi dengan kapasitas sumberdaya organisasi, seperti keuangan, sumberdaya manusia, teknologi, atau/dan keahlian.

 

Tugas pemasaran dalam perencanaan strategis :

Bersama pimpinan bagian-bagian fungsional lainnya, manajer pemasaran ikut dalam perumusan perencanaan strategis organisasi
Membuat rencana pemasaran strategis yg berdasarkan rencana strategis bisnis & terintegrasi dengan rencana strategis fungsi-fungsi lainnya.

Strategi pemasaran berisikan analisis, pengembangan strategi, & implementasi kegiatan-kegiatan yg menyangkut :
(1) segmentasi,
(2) pemilihan pasar sasaran, &
(3) pengimplementasian & pengelolaan strategi-strategi pemosisian (positioning strategies) yg didesain untuk memberikan nilai (value) bagi setiap segmen yg dipilih.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Strategi Unit Bisnis dan Strategi Pengembangan Keunggulan Bersaing

Strategi Unit Bisnis dan Strategi Pengembangan Keunggulan Bersaing

Strategi Unit Bisnis dan Strategi Pengembangan Keunggulan Bersaing
Strategi unit bisnis disebut juga strategi bisnis atau strategi bersaing. Robbins & Coulter (2007) mendefinisikan strategi bisnis adalah sebuah strategi yg difokuskan kepada bagaimana sebuah organisasi akan bersaing di setiap bisnis-bisnisnya. Strategi bisnis adalah sebuah strategi yg difokuskan kepada bagaimana sebuah organisasi akan bersaing di setiap bisnis-bisnisnya. Strategi bisnis memerlukan keunggulan bersaing, yaitu faktor-faktor yg membedakan atau sisi (edge) yg berbeda dari sebuah perusahaan.

Untuk sebuah organisasi kecil yg hanya mempunyai satu lini bisnis atau sebuah organisasi besar yg belum melakukan diversifikasi ke produk-produk atau pasar-pasar yg berbeda, strategi bisnis semata-mata menggambarkan bagaimana perusahaan akan bersaing di pasar utamanya. Sedangkan untuk organisasi-organisasi yg bergerak di berbagai bisnis, setiap bisnis akan memiliki strategi bisnisnya sendiri-sendiri yg menggambarkan keunggulan bersaing, produk-produk atau jasa-jasa yg akan ditawarkan, para pelanggan yg akan dilayani, dsb.

 

Robbins & Coulter (2007) mengemukakan bahwa teori-teori manajemen utama (major management theories) berkembang dari :

  • Scientific management theory : membahas mengenai penggunaan metode-metode ilmiah untuk menggambarkan “sebuah cara yg terbaik” untuk mengerjakan sebuah pekerjaan.
  • General management theory : Membahas manajemen dari sudut pandang organisasi secara keseluruhan serta menggambarkan apa yg dikerjakan oleh para manajer & apa yg merupakan praktek manajemen yg baik.
  • Quantitative approach to management : Membahas mengenai penggunaan teknik-teknik kuantitatif, berupa penggunaan statistik, model-model optimalisasi, model-model informasi, & simulasi-simulasi komputer, untuk memperbaiki pembuatan keputusan. Pendekatan ini disebut juga operations research atau management science.
  • Organizational behavior : Membahas tindakan atau perilaku orang-orang dalam bekerja. Teori manajemen inilah yg mendasari manajemen sumber daya manusia, motivasi, kepemimpinan, kelompok kerja, kepercayaan (trust), & manajemen konflik.
    System approach : Menganalisis organisasi dari sebuah sudut pandang sistem-sistem yg berpendapat bahwa organisasi merupakan sebuah sistem terbuka.
  • Contingency aproach : Lahir dari penelitian-penelitian manajemen atas teori-teori manajemen yg ada & menemukan bahwa pada situasi-situasi yg berbeda & berubah-ubah, para manajer perlu menggunakan pendekatan-pendekatan & teknik-teknik yg berbeda karena manajemen tidak dapat didasarkan kepada prinsip-prinsip yg disederhanakan yg diterapkan di seluruh situasi. Oleh karena itu, organisasi-organisasi adalah berbeda, menghadapi situasi-situasi yg berbeda, & memerlukan cara-cara mengelola yg berbeda.

 

Strategi Pengembangan Keunggulan Bersaing

Robbins & Coulter (2007) mendefinisikan keunggulan bersaing sebagai faktor-faktor yg membedakan atau sisi (edge) yg berbeda dari sebuah perusahaan. Aaker (2001) menggunakan istilah keunggulan bersaing yg dapat bertahan (sustainable competitive advantage). Distinctive competence didefinisikan sebagai keunggulan yg dimiliki oleh sebuah perusahaan atas pesaingnya atau sekelompok pesaing pada pasar tertentu. McGrath, MacMillan, & Venkataraman (1995), menyatakan bahwa kemampuan bertahan (sustainability) tidaklah mengacu kepada suatu periode tertentu dalam kalender, tidak pula pada keunggulan yg bertahan tanpa batas waktu, tetapi lebih tergantung kepada kemungkinan & tingkat atau luas (extent) dari duplikasi keunggulan. Cravens & Piercy (2006) mendefinisikan kemampuan (capabilities) sebagai proses organisasi yg memungkinkan perusahaan mengoordinasi kegiatan-kegiatannya & memanfaatkan aset-aset dengan mengunakan keterampilan & pengetahuan yg telah terakumulasi. Mereka menggunakan istilah kemampuan-kemampuan berbeda (distinctive capabilities).

 

Kemampuan yg membedakan (distinctive capability) memiliki ciri-ciri:

lebih unggul dalam persaingan, sulit ditiru, & dapat digunakan pada berbagai situasi persaingan. Fahy & Smithee (1999) membahas sumber-sumber sustainable competitive advantage & mengatakan bahwa salah satu prinsip pandangan berdasarkan sumberdaya (resource-based view) menyatakan bahwa tidak semua sumber daya memiliki tingkat kepentingan yg sama. Tidak juga memiliki potensi yg sama untuk menjadi sumber keunggulan bersaing berkelanjutan (sustainable competitive advantage). Barney (1991) menyatakan 4 kondisi yng harus dipenuhi sumberdaya, yaitu nilai (value), kejarangan (rareness), tidak mudah ditiru (inimitability), & tidak tergantikan (nonsubstitutibility).

Grant (1991) menyatakan bahwa tingkat lama dipakai (durability), transparansi (transparency), kemungkinan untuk ditransfer (transferability), & kemungkinan untuk direplikasi (replicability), merupakan determinan-determinan penting sumberdaya yg memiliki keunggulan bersaing. Collis & Montgomery (1995) menyatakan bahwa agar memiliki posisi demikian, sumberdaya harus memenuhi 5 kriteria, yaitu tidak mudah ditiru (inimitability), tingkat lama dipakai (durability), kecocokan (appropriability), ketergantian (substitutability), & superioritas kompetitif (competitive superiority). Amit & Schoemaker (1993) mengusulkan 8 kriteria, yaitu kemungkinan sumberdaya ditandemkan dengan sumberdaya lain (complementarity), keterbatasan (scarcity), sulit diperoleh dari perdagangan (low tradability), sulit ditiru (inimitability), lama dipakai (durability), sulit digantikan (limited substitutability), kecocokan (appropriability), & kecocokan (overlap) dengan faktor-faktor strategis industri.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/